SMP Batik Kota Surakarta Laksanakan Program Roots

Surakarta-SMP Batik Kota Surakarta menyelenggarakan program Roots untuk siswa-siswinya sebagai agen perubahan. Guru dan pengawas pendidikan Kota Surakarta sebagai fasilitornya.

Program ini dilaksanakan setiap hari Jum’at. Sejak berita ini dipublikasikan, sudah berjalan 8 kali pertemuan dan akan berakhir pada pertemuan ke 10 tepatnya pada tanggal 19 November 2021. Dan akan di deklarasikan pada tanggal 26 November 2021.

SMP Batik adalah satu diantara 5 SMP lain di Surakarta yang dapat melaksanakan program Roots. Program Roots merupakan program dari Kemendikbudristek bersama UNICEF Indonesia yang diprioritaskan untuk sekolah penggerak jenjang SMP dan SMA. Program ini bertujuan untuk pencegahan perundungan dan kekerasan di kalangan teman sebaya, sebagai upaya membangun perilaku positif dan iklim yang aman di sekolah.  Dengan membentuk agen perubahan, menjadikan siswa-siswi yang memiliki pengaruh bagi teman sebayanya untuk memberi contoh perilaku baik dan menyebarkan kebaikan di lingkaran pertemanannya.

Siswa program Roots sedang berdiskusi

Agen perubahan dipilih melalui analisis angket oleh siswa. Siswa yang dipilih memiliki pengaruh besar pada pertemanan di Sekolah. Nantinya 30 Siswa yang terpilih sebagai agen perubahan akan mendapatkan pelatihan anti perundungan selama 10 kali pertemuan dengan menghasilkan karya-karya berbentuk kampanye anti perundungan yang akan ditampilkan pada saat Roots Day. Diantaranya dalam bentuk ide-ide, poster, role play, video, deklarasi anti perundungan, dan kampanye Anti perundungan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Aisyah, sapaan akrab Aisyah Putri Fadhillah, salah satu siswa Agen Perubahan sangat antusias dalam program Roots, ia mengatakan, “bahwa melalui program Roots, siswa mendapat pengetahuan tentang cara mencegah perundungan, perilaku positif dalam berkawan, dan cara membantu siswa yang mengalami perundungan”. Ujar siswi Kelas VII E.

Hal senada juga disampaikan oleh Danendra, Kelas VII E, juga mengatakan bahwa ia bersemangat dan merasa tidak sendiri untuk menebarkan kebaikan karena kawan Agen Perubahan lainnya yang juga akan bersama-sama menyebarkan perilaku positif. Jelas siswa yang memiliki nama panjang Danendra Al Syarodhista.

Aisyah, Denandra dan teman-teman Agen Perubahan memiliki tugas untuk memahami pengertian dan jenis jenis perundungan hingga bagaimana menghadapi perundungan jika itu terjadi di sekitarnya, pelatihan dibuat dengan memperbanyak praktek agar agen perubahan siap terjun untuk membantu mencegah dan mengatasi perundungan. Keduanya menjelaskan, di setiap kelas ada agen perubahan dimaksudkan agar penyebaran agen merata sehingga perubahan yang di buat mampu menjangkau seluruh peserta didik.

 

Penulis: Cherik Ayyash

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.