Deteksi Penyakit Malaria, Ratusan Warga Wonogiri Cek Darah

WONOGIRI, Suarajateng.id– Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengambil sampel darah ratusan warga di tiga kecamatan, Rabu (7/11/2018).  Hal ini dilakukan untuk mendeteksi penularan penyakit malaria.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Lingkungan (P2PL) DKK Wonogiri, Maryadi, menuturkan langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut riset yang dilakukan tim Kementerian Kesehatan RI. Pada bulan Maret 2017 lalu tim yang diterjunkan Kementrian Kesehatan RI telah melakukan riset pada hewan jenis, kelelawar tikus dan nyamuk di Dusun Jatisari Desa Gumiwanglor Kecamatan Wuryantoro. Dari riset tersebut  tersebut ditemukan adanya nyamuk Anopheles yang menyebabkan penyakit malaria.

“Maka dari itu kami melakukan tindak lanjut dengen mengambil sample darah warga sebagai langkah deteksi dan pencegahan,” ujarnya, Kamis (8/11/2018).

Pengambilan sampel darah dilakukan di tiga lokasi terpisah. Antara lain di Dusun Jatisari, Desa Gumiwanglor, Kecamatan Wuryantoro, Dusun Pencil Desa Boto Kecamatan Baturetno dan Desa Gebang Kecamatan Nguntoronadi.

“Tiga lokasi ini dipilih  karena wilayah tersebut kaya akan ekosistem, sehingga potensi penyebaran penyakit yang melalui hewan itu cukup rawan,” imbuhnya

Pengambilan sample darah ini turut melibatkan Dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan Balai Besar Litbang Vektor Dan Reservoir Penyakit ( B2P2VRP) Jawa Tengah. Sampel darah yang sudah terkumpulkan akan dicek dilaboratorium untuk memastikan ada atau tidak warga yang terjangkit malaria.

Sementara itu, Kasiman, Kepala Dusun (Kadus)  Jatisari Desa Gumiwanglor Kecamatan Wuryantoro menghimbau seluruh warga untuk selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M, yakni   menguras bak mandi dan menutup tempat penampuangan air dan mengubur sampah.

Selain itu warga juga diharap memasang obat nyamuk  di dalam ruangan pagi dan sore hari, serta  mengenakan kemeja panjang dan celana panjang  selama beraktivitas terutama saat subuh atau sore hari. Menurutnya, nyamuk malaria paling rentan beredar di dua waktu tersebut.

“Kami berharap warga dapat melakukan upaya pencegahan secara mandiri. Kelihatannya saran saran ini sepele, tapi efektif untuk mencegah penularan penyakit dari nyamuk,” ujarnya

 

Rep. Arief/AriefSJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.