Gus Maksum: Da’i Harus Melek Wacana Sosial, Ekonomi, Politik dan Budaya

Semarang, Suarajateng.id -Alumni Pendidikan Kader Dai (PKD) Angkatan XIV Ittihadul Muballighin Jawa Tengah Menyelenggarakan Selapanan Fida’ Kubro Dan Doa Arwah Jama’  Di Mushola Al Qodar Sampangan, Gajahmungkur, Semarang, Sabtu lalu (27/10/2018). Acara ini digelar dalam rangka memupuk persatuan dan persudaran para Muballigh dan Muballighot, serta. serta meneguhkan kembali mubaligh di tengah-tengah Masyarakat.

Kegiatan Fida’ Kubro tersebut setidaknya diikuti oleh ratusan Jamaah. Diantaranya,  Muballigh/Dai PKD Ittihadul Muballighin Angkatan XIV, Santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Khoirot Sampangan Dan Jamaah Mushola Al Qo serta masayarakat.

Ketua Alumni PKD XIV, Gus Maksum, mengatakan mubaligh ataupun da’i di masyarakat memiliki peran yang sangat penting, khusnya dalam mengemban dakwah. sebab da’i merupakan agen of change  di tengah-tengah  masyrakat.

Oleh karena itu para da’i harus memiliki wawasan yang utuh baik wawasan islam maupun sosial ekonomi, politik dan budaya,” ujarnya .

Wawasan yang luas sangat  penting dalam memengemban tugas dakwah Bil Hikmatil Wal Hasanah. Yakni, mengajak ummat melihat dalam cakrawala yang lebih luas, bukan menenggelamkan ummat  dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial. Wawasan yang luas tentu akan membuat seorang da’i bijak dalam berdakwah ditengah tengah-masyarakat.

“Seorang da’i itu adalah contoh bagi masyarakat, yang akan dinilai baik buruknya dalam perkataan maupun dalam akhlaknya, maka da’I harus bijak dalam berkata, bersikap dan bertindak, tentunya dengan bekal wawasan yang luas,” pungkasnya

 

Rep: Ibda/Red: Anto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.