Mal Matahari Kudus Terbakar, Pemkab Kudus Terima Klaim Rp 6 Miliar

KUDUS, (Suarajateng.id) — Klaim asuransi bangunan Matahari Plasa Kudus, Jawa Tengah, yang terbakar pada Februari 2018, segera dibayarkan oleh pihak asuransi, menyusul selesainya uji konstruksi beton (hammer test) dari pihak asuransi.

“Setelah dilakukan perbandingan antara hasil uji konstruksi beton (hammer test) yang dilakukan pihak Asuransi Bumida dengan pihak Pemkab Kudus yang diwakili Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, akhirnya klaim yang dibayarkan disepakati hanya lantai dua dan tiga, sedangkan lantai satu dianggap tidak ikut terbakar dan masih bisa dipakai, ujar Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono di Kudus, Kamis (01/11).

Awalnya, menurut dia, Pemkab Kudus memang berharap lantai satu yang juga ikut terkena dampak bisa mendapatkan klaim secara total karena dengan kerusakan total maka klaim asuransi yang bakal diterima sebesar Rp 9 miliar.

Dengan keputusan klaim hanya untuk lantai dua dan tiga, maka nilai klaim yang bakal diterima Pemkab Kudus berkisar Rp 6 miliar.

Saat ini, lanjut Eko Djumartono, Pemkab Kudus sedang menunggu proses pembayarannya dari pihak asuransi terkait.

Meskipun dalam waktu dekat akan menerima pembayaran klaim asuransi Matahari Plasa Kudus, Pemkab Kudus belum memiliki perencanaan untuk melakukan perbaikan bangunan tersebut.

Bangunan pusat perbelanjaan Matahari Plasa Kudus yang terbakar pada 22 Februari 2018 itu, diasuransikan dengan nilai tanggungan sebesar Rp 9 miliar.

Sementara nilai premi yang harus dibayarkan Pemkab Kudus sebesar Rp 124,77 juta untuk setiap tahunnya.

Program asuransi tersebut meliputi risiko kebakaran, kerusakan bangunan akibat gempa, serta sabotase atau untuk semua risiko.

Asuransi tersebut tidak hanya untuk bangunan yang disewa oleh pihak Matahari Plasa Kudus, melainkan termasuk kios pedagang di lantai dasar.

Sementara nilai perolehan bangunan gedung perbelanjaan berlantai empat yang dibangun oleh pihak ketiga tersebut sebesar Rp22,65 miliar.

Adapun luas bangunan pusat perbelanjaan tersebut sekitar 14.734 meter persegi.

Sumber : ANTARA

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.