Ranting Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara Gelar ‘Jihad Pagi’ Perdana

JEPARA, (Suarajateng.id) — Kajian Ahad (Jihad) Pagi Muhammadiyah Blimbingrejo Nalumsari digelar perdana, Ahad (21/10) lalu. Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus, Kyai Haji Nadhif mengajak ratusan jamah yang hadir pada kesempatan itu untuk bersama- sama merenungi hikmah di balik musibah.

Ratusan jamaah Jihad Pagi Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara sejak pagi nampak memadati aula setempat. Acara yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Blimbingrejo ini bekerjasama dengan dengan organisasi otonom milik Muhammadiyah. Rencananya pengajian Jihad Pagi ini akan diadakan setiap ahad pekan pertama setiap bulannya.

Kyai Haji Nadhif menjelaskan makna musibah bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. Setiap musibah pada dasarnya menjadi momentum setiap jamaah yang hadir maupun umat Islam di Indonesia untuk mengintropeksi seberapa besar keimanan kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus ini juga mewanti-wanti jamaah untuk tidak menghubungkan musibah yang terjadi dikarenakan perbuatan tertentu.

“Bukan wewenang kita, musibah bisa jadi ujian dan azab tergantung siapa yang mengalami, bagi orang beriman kejadian ini sebagai pembuktian keimanannya, tapi bagi orang kafir dan tidak taat malah menjadi azab yang ditimpakan langsung di dunia” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula beliau berpesan kepada para jamaah mampu mengambil hikmah dari rangkaian musibah yang belakangan menimpa bangsa Indonesia. Musibah dan bencana adalah bagian dari cara Allah swt menunjukkan kuasaNya dan ini merupakan ayat qauniyah (kejadian) untuk dibaca manusia.

“Kita disini yang tidak mengalami bencana harus menjadikan ini sebagai peringatan sehingga keimanan kita bertambah. Dengan berdzikir dan beramal shaleh sebagai pembuktian keimanan kita” tambahnya.

Sementara itu, menurut salah seorang Panitia pelaksana Jihad Pagi Muhammadiyah Blimbingrejo, Solihul Huda dari hasil kotak infak yang beredar selama pengajian terkumpul infak Rp 2.128.500,00. Uang infak yang yang sudah terkumpul sepenuhnya akan dikembalikan untuk kepentingan jamah, khususnya untuk kelancaran penyelenggaraan Jihad Pagi Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara.

Rep: Kukuh Subekti / Red: Tori Nuariza

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.