18 Negara Tawarkan Bantuan Penanganan Bencana Gempa Sulteng

JAKARTA, (Suarajateng.id) — Sebanyak 18 negara telah menawarkan bantuan penanganan bencana gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut menurut BNPB telah merenggut 844 jiwa sementara ACT merilis jumlah 1203 jiwa. Bencana gempa disusul tsunami tersebut juga meluluhlantakkan bangunan-bangunan di wilayah tersebut.

“Sudah ada 18 negara yang menawarkan bantuan untuk membantu bencana di Palu,” ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (01/10).

Ke-18 negara tersebut, diantaranya, Amerika Serikat, Perancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hongaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korsel, Arab Saudi, Qatar, New Zealand, Singapura, Thailand, Jepang, India, dan China. Termasuk tawaran bantuan organisasi internasional seperti UNDP.

Wiranto mengatakan, keputusan untuk menerima bantuan internasional merupakan suatu keterbukaan bahwa Indonesia sudah menjalin persahabatan dan kerja sama dengan banyak negara.

“Bahkan, kunjungan Presiden Jokowi ke negara-negara sahabat itu dalam rangka menjalin hubungan yang erat, baik bilateral maupun multilateral. Di sanalah terjadi  hubungan yang saling menguntungkan dan saling membantu, sehingga pada saat tawaran-tawaran dari negara sahabat untuk membantu penanganan bencana di Palu sudah begitu banyak, maka tentu kita mengapresiasi bantuan tersebut,” ujarnya.

“Kemudian membuahkan suatu perasaan partisipasi dan solidaritas antar negara. Ini tentu tidak bisa ditolak, maka sudah banyak negara yang menawarkan,” tandasnya, dikutip dari Antara.

Pertimbangan lain Indonesia menerima bantuan dari intersional, jelas Wiranto, Indonesia seringkali memberikan bantuan kepada negara-negara yang terkena musibah, seperti bantuan bencana di Bangladesh, gempa di Nepal, dan bantuan di Somalia saat mengalami kekeringan.

“Artinya soal bantu membantu merupakan tradisi internasional yang patut kita apresiasi. Maka kita putuskan menerima bantuan dari internasional,” tukasnya.[NZ]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.